Sabtu, 08 Juni 2013

Kebiasaan

Seorang sahabat saya, walaupun sudah naik pesawat nya selalu dengan kelas bisnis, tetap saja kalau kehotel mengambil sabun, shampoo, dan body-lotion nya, sandal kain juga dibawanya pulang. Bahkan naik pesawatpun, kuwe dan sendok nya dimasukkan tas.

Ada teman lain yang kalau makan semua yang ada di meja harus dihabiskan. Katanya ayahnya membiasakan itu sejak dia masih kecil, yang kalau tidak diturutinya dia merasa bersalah. Kalau tidak habis, dia akan bungkus semuanya, walau yang tersisa hanya kepala ikan dan sisa sayur saja.

Kebiasaan terbentuk karena sejak kecil kita diindoktrinasi hal yang sama secara berulang ulang, terus menerus dan berkelanjutan. Jadilah kita manusia yang memiliki prilaku yang sekarang. Terbentuk dan berbeda satu dengan lainnya. Bukan karena baik atau buruk, tapi karena ini menjadi kebiasaan kita berprilaku.

Saya saat di Taiwan kuliah terbiasa “makan tengah malam” (siau-ye) sebelum tidur. Yang tentunya sebenarnya tidak sehat. Sebaliknya teman2 saya orang Taiwan terbiasa tidur siang, setengah jam saat istirahat makan siang bisa tidur di bangku kelas dengan nyaman.

Ketika kita bekerja, kita mulai membentuk kebiasaan kita masing2. Dari jam bangun, merokok atau tidak, pola kerja, memakai agenda atau tidak, membuat catatan kerja atau sekedar dengan ingatan saja. Me-review hasil kerja tiap minggu. Ataupun hal2 lain dalam pekerjaan kita.

Sebagian mempunyai kebiasaan yang baik, sebagian mempunyai kebiasaan yang buruk. Budaya kerja perusahaan juga mulai membentuk karakter kita, apa itu budaya kerja keras kerja lembur, budaya korupsi, budaya “ngobyek” kerjaan, ataupun kedisiplinan menyelesaikan tugas.

Dalam bukunya “Outliers” Malcolm Galdwell bilang dua hal penunjang sukses adalah “kemahiran kita dalam suatu kerja” dan “kesempatan2 yang ada”. Kemahiran harus ditunjang dengan pembelajaran yang berkesinambungan, 10.000 jam “belajar” yang mampu membuat orang jadi mahir.

Kebiasaan menjadi faktor utama yang mampu menunjang sukses kita, kebiasaan untuk mengasah diri kita menjadi lebih baik setiap waktu. Kebiasaan untuk setiap kali belajar dan menjadi lebih ahli, lebih mahir dalam kerja kita. Sehingga suatu saat nanti ketika kesempatan hadir kita telah benar2 siap meraihnya.

Pembentukan kebiasan bukanlah hal yang mudah. Bahkan sering kita salah “memilih kebiasaan” yang tepat. Bahkan membuang sebuah kebiasaan yang burukpun sangatlah sulit. Keyakinan kita akan suatu hal dimasa lalu, telah membentuk prilaku kebiasaan itu.

Teman saya yang suka mengambil sabun dan shampoo itupun tidak bisa saya bilangi lagi. Katanya itu sudah jadi kebiasaan, dan dia merasa itu adalah hal yang “baik” baginya. 

Nah, kebiasaan apa yang anda tahu akan berguna bagi anda? Apakah anda sudah melakukkannya? Apakah anda sudah berupaya menghilangkan kebiasaan2 buruk anda? Ataukah anda tidak perduli? Selamat berpikir, se lamat berupaya, selamat mencoba membentuk kebiasaan baru yang menunjang sukes masa depan. Salam.

*Tanadi Santoso(repost)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar